Thursday, July 31, 2014

Cara Membuat Surat Izin Memelihara Hewan Dilindungi | Drh. Fira Sovica

Dibutuhkan surat izin dari BKSDA setempat untuk dapat memelihara hewan dilindungi seperti memelihara binturong, memelihara kukang, memelihara penyu, memelihara trenggiling dan hewan dilindungi lainnya. Prosesnya lumayan mudah jika semua syarat dipenuhi oleh si pemohon secara lengkap.

Cara Membuat Surat Izin Memelihara Hewan Dilindungi
Image taken from factzoo.com
Adapun beberapa

cara membuat surat izin memelihara hewan dilindungi

dari BKSDA antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Proposal ijin menangkarkan atau memelihara hewan dilindungi.
  2. Foto copy KTP untuk individu atau perseorangan serta akta notaris untuk badan usaha.
  3. Surat Bebas Gangguan Usaha dari kecamatan setempat. Surat ini berisi keterangan bahwa aktifitas penangkaran dan pemeliharaan hewan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
  4. Bukti tertulis asal-usul indukan. Bukti ini memuat syarat tentang indukan dari hewan yang dipelihara. Indukan hewan dilindungi yang akan dipelihara harus berasal dari hewan yang telah didaftarkan sebagai hewan yang dipelihara atau ditangkarkan secara sah pula. Artinya, hewan hasil tangkapan liar dilarang untuk dipelihara karena tidak memenuhi syarat ini.
  5. Hewan yang akan dipelihara telah melewati 3 generasi penangkaran oleh manusia. Artinya, hewan yang akan dipelihara adalah hewan yang sudah terbiasa dipelihara oleh manusia serta telah melewati masa 3 kali peranakan atau 3 turunan sejak awal dipelihara.
  6. BAP kesiapan teknis, mencakup kandang tempat penangkaran atau pemeliharaan hewan dilindungi, kesiapan pakan dalam memelihara hewan dilindungi, perlengkapan memelihara hewan, dan lain sebagainya.
  7. Surat Rekomendasi dari kepala BKSDA setempat jika hewan tersebut berasal dari daerah lain.
Jika seluruh perlengkapan dan

syarat memelihara hewan dilindungi

di atas sudah terpenuhi, datang atau telepon kantor BKSDA di kota anda untuk mengurus izin memelihara hewan dilindungi tersebut. Makin lengkap data yang anda sajikan, maka makin cepat pula surat perizinan tersebut keluar.
Demikian adalah

cara mengurus surat izin memelihara hewan dilindungi

dari BKSDA. Semoga artikel diatas bisa membantu anda dalam membuat surat izin memelihara hewan dilindungi. Komentar bisa ditulis dibawah ini. Terima kasih. (FS)

261 comments

«Oldest   ‹Older   201 – 261 of 261   Newer›   Newest»

Maaf dok mau tanya kalo sya pengen pelihara burung merak hijau buat koleksi dan akan saya beli dari penangkaran yg sdh memiliki ijin penangkaran..apakah saya hrs punya ijin memelihara??

Maaf dok mau tanya kalo sya pengen pelihara burung merak hijau buat koleksi dan akan saya beli dari penangkaran yg sdh memiliki ijin penangkaran..apakah saya hrs punya ijin memelihara??

kalo buaya gimana, kan udah banyak petshop yang jual, yang piara aja gak pake ijin, cuma beli aja

Dok yth, saya seorang WNA yang pernah tinggal lama di Indonesia dan secara tidak sengaja sudah bertahun-tahun memelihara beberapa ekor burung yang ternyata dilindungi (saya tidak tahu waktu membeli induknya di pasar)! Induknya sudah melahirkan anak-anak juga. Saya sangat menyayangi mereka. Mungkinkah BKSDA menurunkan izin peliharaan bagi orang asing (saya sedang tidak lagi tinggal in Indonesia)? Bahkan mengizinkan saya membawa burung-burung ke negara saya suatu hari?! Mimpi saja? Terima kasih.

sebelumnya, maaf anda dulu tinggal di indonesia berapa lama dan dikota mana? :)
akan lebih baik jika anda menghubungi bksda setempat (bksda di kota tempat anda dulu tinggal). ceritakan aja semuanya via telepon. :)

Terima kasih atas balasannya, Dok. Dulu saya tinggal di Depok, Jabar. Saya sudah pernah mencari info tentang izin beberapa tahun lalu, tetapi persyaratannya (kalau akurat) terlihat sangat rumit, dan saya khawatir petugas akan datang ke rumah saya dan langsung menyita burung-burung, jadi ragu-ragu... Dok tahu sudah pernah ada WNA yang berhasil membawa burung-burung ke luar Indonesia? Kalau belum pernah ada, saya tidak akan mengambil risiko bertanya kepada BKSDA. Kalau Dok punya ide dan saran, mohon kasih tahu saya. Terima kasih banyak.

saat ini, anda posisi dimana? masih di indonesia atau sudah berapa di luar negeri?
sejujurnya saya belum pernah menangani 'kasus' seperti ini. terlepas anda berada di mana, sebaiknya hubungi/telepon bksda dengan maksud konsultasi. bilang saja ada saudara yang memiliki hewan dilindungi dan ingin dibuat suratnya...

namun itu hanya saran saya saja, hihihi. saya tidak berani untuk berkomentar apa-apa mengenai ini, takut salah :D. paling hanya saran yang tadi saya ajukan saja yang bisa saya anjurkan.... :D

Saya sedang berada di luar Indonesia, tetapi setiap beberapa bulan saya kembali ke Indonesia sebagai turis untuk "menengok" burung-burung saya yang sedang dipelihara teman. Saya tahu hampir tidak mungkin untuk membawa mereka ke luar negeri (karena mereka dilindungi). Saya hanya bisa berdoa nanti ada teman Indonesia yang bisa memelihara mereka dengan baik. Terima kasih atas saran Anda. (Kalau belum, pos-pos saya hari ini tidak perlu diperlihatkan/dipasang di blog Anda.) Semoga sukses dalam pekerjaan Anda.

Hallo dok, mohon ijin bertanya,

1.apakah burung hantu termasuk hewan dilindungi (perlu surat ijin utk memeliharanya). Kalo hanya burung hantu tertentu saja yg dilindungi jenis apa saja dokter?

2.saya sudah membaca artikel ini smpai ke komen2nya, yg termasuk ke appendix 1 appendix 2 itu aapa yah dok? dan ada sampai appendix berapa ? dan appendix2 tsb artinya apa?

3. kalo burung hantu strix termasuk dilindungikah? krn jarang sekali org yang pernah melihatnya langsung. Dari mungkin sekitar 50 orang yang lihat strix saya, 1pun belum pernah melihatnya dok...trimakasih dok

halo, saya coba jawab:
1. emang ada sih beberapa jenis burung hantu yang dilindungi, untuk listnya nanti saya buatkan artikelnya.
untuk jenis owl yang saya publish di artikel jenis burung hantu berdasarkan kesulitan memeliharanya, itu nggak termasuk dilindungi kok... :)
2. saya coba jelaskan pake bahasa saya sendiri, hehehe. appendix itu level seberapa berbahaya kepunahan satu jenis hewam. appendix 1 itu paling berbahaya akan kepunahan, appendix 3 dibawah appendix 1.
3. setau saya, strix seleputo (bubo owl) nggak termasuk dilindungi. emang jarang sih yang pelihara, soalnya termasuk susah peliharanya.

Mau tanya dok surat izin buat penangkaran blacan apa bisa ya dan biasanya biayanya apa mahal

coba aja telepon ke bksda setempat, mas.
udah ada kok artikel no telp bksda seluruh propinsi indonesia di blog ini. cari aja di bagian cari artikel... :)

Dok,, hotel di tmpat sy kerja mau pelihara burung apendix kira2 klo pake sistem pinjam rawat dri pihak bksda bisa kah? Maksudnya bos sy bantu rawat Dan ngasih lahan untuk di pelihara tp kepemilikan ttp pnya penangkaran atau bksda,, tp di rawat di hotel tmpat bos saya.

kayaknya sih kalau kayak gitu nggak bisa mas....
setau saya sih gak bisa ya... :)

Dok mau nanya saya dpt kukang induknya beserta anaknyadi tmpt kerja saya di tambang gtu ,, dengan kondisi sangat memperihatinkan jadi saya bawa pulang dok buat saya beri perawatan dan tempat yg sehat ,, alhamdulilah kondisinya membaik v jd sklian ku ingin memeliharanya ,, untuk sya perkembangbiakan ,, apah boleh di buatkan surat izinya untuk memelihara ,mohon penjelsaanya dok trmks

mau tanya. apa semua hewan yang least concern itu tidak dilindungi?

istilah least concern mengacu ke status IUCN, mas, bukan mengacu ke status di BKSDA Indonesia.

bisa saja status di IUCN itu least concern, tapi di indonesia, BKSDA memberikan status dilindungi untuk hewan itu.

Dok boleh tanya kalo jenis bwk dilindungi gak

kalo status IUCN-nya sih masih least concern (LC), artinya populasi di alamnya masih lumayan banyak. tapi kalo status di BKSDA-nya, jujur saya kurang tau. lebih baik mas telepon aja ke BKSDA setempat. udah ada kok artikelnya di blog ini... :)

klo tangkapan liar tapi sdh ditangkarkan sdh 2 generasi boleh gk

kayaknya boleh, CMIIW.
saya sarankan mas langsung telepon aja ke BKSDA-nya, udah ada kok nomor telepon dan alamat bksda semua propinsi indonesia di blog ini.... :)

Tanya donk bu.. Gimn klu hewan yg sy beli dr hasil tangkapan liar tp sd lama sy urus dan sy rawat dan sd terbiasa berinteraksi dgn sy apaka bisa sy dptkan surat izin utk pemeliharaan hewan tersebut..? Tlg di bls..

sebelumnya maaf karena baru balas.
kayaknya sih gak bisa, mas. intinya sebenernya mengacu kepada syarat yang saya tulis di atas. kalau syarat di atas gak terpenuhi, ya gak bisa meski sudah diurus lama... :)

Dok macan dahan /elang Bido hewan. Dilindungi gk

Dok boleh nanya Klo elang Bido /macan dahan blh gk di pelihara soalnya saya suka dua duanya

Dok mau nanya kalo kita punya burung hantu yg belinya di pasaran itu pake surat izin perawatan gak dok ?

kalau burung hantu, gak usah pake surat izin, mas. karena bukan hewan dilindungi.

Assalamualaikum dok...
Saya mau tanya dok. Saya punya 2 ekor hewan langka juga dok.
Kura kura matahari famili Geoemydidae dan kukang sumatera. Kura2 dulu (th 2011) saya temukan di kota Pariaman saat dipukuli oleh2 anak2 pake kayu, dan cangkangnya retak. Kemudian saya bawa pulang. Dan kukang dtemukan oleh ayah saya (akhir 2016) masih kecil saat diserang oleh anjing. Apa dengan alasan ingin memelihara, walaupu pakan, peralatan cukup, dan kandang memadai saya bisa mmbuat surat izin memeliharanya dok?
Terimakasih sebelumnya...
Wassalam...

kalau memang mas mau jujur, saya sarankan mas telepon ke BKSDA propinsi mas. Alamat dan nomor teleponnya sudah ada di artikel no telepon bksda propinsi sumatra barat. cerita aja mengenai hewan mas, gimana asal usulnya. mungkin mereka punya jalan keluar gimana baiknya....

jika toh mas mau pelihara, hmmm.... saya bukannya mau mengajarkan tidak bener ya, hehehe, tapi mas bisa pelihara aja. gak usah lapor gak apa2. tapi ya dengan resiko tentu kalau ada yang gak suka sama mas, si orang yang iri itu bisa laporkan mas ke bksda.... jadi, peliharanya diam-diam saja. :D

lebih aman memang cara pertama, yaitu telepon dan menceritakan problem mas dengan orang bkdsa-nya... :)

saya punya saudara di pariaman. mas di daerah mana?

Malam dok, mau tanya, untuk nuri pelangi itu masuk kategori apendix atau tidak untuk di indonesia, kalo untuk iucn statusnya masih least concern.
Terimakasih

nah kalo statusnya di indonesia, saya sendiri kurang tau. tapi terakhir ngecek ke orang BKSDA, statusnya sih dilindungi. tapi coba mas telepon aja ke bksda setempat. cek artikel No telepon bksda seluruh indonesia

kalo lutung emas dok, dilindungikah

iya, mas. setau saya sih menurut status bksda, lutung mas termasuk dilindungi...

dok mw nanya
apakah burung betet jawa ma betet kalimantan d lindungi
soal ny istri lgi mw mrwat burung itu tlong info ny dok
mksih sblum ny

dok mw nanya
apakah burung betet jawa ma betet kalimantan d lindungi
soal ny istri lgi mw mrwat burung itu tlong info ny dok
mksih sblum ny

sebelumnya maaf kalo baru balas.
kalau soal status konservasi betet jawa dan betet kalimantan, sejujurnya saya kurang tau. tapi menurut info yang saya dapet dari orang BKSDA, katanya sih iya dilindungi.
di IUCN juga statusnya NT (near threatened, hampir terancam).

Dok, numpang tanya, banya buaya jenis muara di perjual belikan, dan rata2 yg msh baby, dan sudah banyak beredar di pasaran jual beli reptil, apakah bisa membuat ijin perorangan untuk memeliharanya, karena setau saya buaya muara masuk appendiks 2 dan jumlahnya pun di alam liar sangat banyak.. trim's

Dok, mau tanya kalau elang bido bisa d pelihara ?

kalau soal itu, saya sarankan mending langsung tanya sama orang BKSDA aja mas. ada kok nomor teleponnya di artikel alamat dan no telp bksda seluruh indonesia.
saya gak berani komen boleh atau nggaknya, hihihi. kalau setau saya sih iya, di alam masih banyak populasinya...

kalau mas tanyanya bisa atau nggak, ya pasti bisa.
kalau mas nanyanya boleh atau nggak, tergantung sebenernya. yang pasti, bido itu dilindungi menurut info dari orang BKSDA yang saya kenal... :)

klo saya mau ternak elang jawa,merak hijau,kakatua itu ijinnya dipungut biyaya gk
dan klo punya niat ternak tapi gk ada barang apa bisa bksda memodali barangnya

dok klo mau ternak elang jawa,merak hijau,sama kakatua itu ngurusnya ijin dipungut biyaya gk

dan klo minta hewannya 1 psng untuk diternak boleh gk

dan klo hewannya dibeli di pasar burung itu bisa ijinnya gk

saya jawab di sini aja semua pertanyaan masnya, ya. :)
1. kalau soal biaya, kayaknya sih iya. ada biayanya. meski saya kurang tau soal berapa besar biayanya.
2. selama memenuhi syarat yang saya tulis di atas, boleh kok diternak.
3. setahu saya sih kalau hewannya hasil beli di pasar burung nggak bisa dibuat surat izinnya. itu setahu saya loh ya. mungkin mas bisa langsung nanya atau telp ke bksda-nya... ada kok artikel mengenai alamat dan no telp bksda seluruh indonesia di blog ini

Dok saya mau nanya
saya baru beli tupai, pertama dia licah aktif pula,tp setelah hari brikutnya skrng mulai diam yg biasanya aktif trus lincah kok knp skrng jadi murung trus saya harus bagaimana cara mengatasi nya...

cek fesesnya. tahinya. mencret nggak.
kalau mencret, minumin air kelapa
mas kasih makan apa? coba kasih makan bubur bayi promina. kalau dia belum bisa makan sendiri, disepet aja.

Permisi dok.. Saya pecinta burung,salah satunya paruh bengkok,saya berencana melestarikan kakaktua jenis mollucan, yang saya tanyakan apakah surat perijijan untuk mengkarkan minimal 2 pasang/4 ekor dan dan apabila didapatkan secara ilegal maka harus bikin penawaran KSDA setempat,biasanya indukan dan anakan pertama milik negara sedangkan anakan selanjutnya milik kita...? Dan pengurusan gratis itu dari berbagai sumber dari fanspage fb pecinta kakaktua Indonesia dan Web forum kicau mania, jadi saya makin bingung dok penjelasan ada yg seperti dok fira katakan dan seperti yg saya ketahui, dan sedangkan baca penangkaran jalak Bali kena pemerimaan negara bukan pajak 500 ribu untuk 5 tahun..
.
Gimana dok saya semakin bingung.. N masih butuh informasi.
Trims

Mas setau saya elang bido itu dilindungi,kalo gak tau cara me,iharanya mending dikasih ke pihak berwenang aja

nah untuk prosedur, memang ada perbedaan. tapi setau saya, emang biayanya gratis, mas.

mungkin akan lebih baik jika mas langsung aja menghubungi BKSDA setempat untuk urus izinnya. :)

yang mas pelajari dari grup kicau mania gimana? bisa sharing informasi di sini? saya tunggu ya mas... sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak... :)

nah, saya setuju dengan mas OrdinaryID ini.
kalau emang riskan, bener kata mas OrdinaryID, mending diserahkan ke pihak BKSDA...

Heheheh maaf mbak baru on cz sibuk cari kerja habis risen(susahnya minta ampun) 😂
.
Di forum,youtube luar perbedaan perawatan juga g berbeda dengan paruh bengkok lainnya dan yg paling utama adalah Diet, juga pengalaman saya dulu ketika bermain breeding dari finch(kenari lokal n Yorkshire) dimana saya berhasil mencetak lokal x ys dari F1 sampai FIXED STRAIN dan lovebird jenis non klep dan klep,mata hitam/merah, dimana saya memulai hobi saya sejak kuliah dengan modal nekat jual motor saya, di awal" saya selalu memanjakan itu burung dengan makanan akan tetapi saya belum mengetahui jika terlalu memanjakan dapat menyebabkan obesitas di situ kenari dan lovebird jadi terlihat malas berkicau, meskipun terlihat sehat, saya mengetahuinya saat saya melihat pangkal ekor yg membengkak dan bercak berwarna kuning, dan itu kenari/love bird dan ternyata over feeding itu g baik 😂(kandungan kalori terlalu.banyak) dan akhirnya saya sukses n mengetahui seluk beluk finch,love bird dari pengalaman n kegagalan dan alhamdulillah perjuangan saya belajar sana sini, brosing sana sini untuk mengobati burung yg sakit 90% berhasil, dan selama 4 tahun saya mampu membeli motor sendiri dan 2 motor untuk adik n ibu, tetapi sekarang saya sudah berhenti karna g kuat merawat seorang diri di dorong, skripsi n kerja maka waktu saya berkuran.
Dan saat ini.
Dan sekarang saya ingin mengetahui belajar pengalaman" tentang kakaktua masih jarang informasi,.
Apalagi perijinan penangkaran.
Benerapa Sumber
.
http://www.kicaumania.or.id/forums/archive/index.php/t-52151.html
.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=572662476223022&id=211455795677027
.
Dengan harga legal dari fanspage pecinta kakaktua Indonesia dimana 1 pasang mollucan seharga 25 juta.
Minimal 2 pasang jadi total sekitar 50 juta belum termasuk perlengkapan, dan sedangkan di dapatkan secara ilegal maka indukan dan anakan(F0-F1) di berikan pemerintah dan F2 seterusnya milik penangkaran/pribadi
.
Maka saya ketahui di mana jika di dapatkan secara legal maka kita langsung merasakan hasil anakan entah itu di jual kembali secara legal Tanpa di berikan pemerintah, dan apabila di dapatkan secara ilegal maka kita seperti menyewa indukan dan membayar dengan anakan pertama, meskipun kita mendapatkan 1 pasang dengan harga jauh lebih murah dari legal di bawah 1/4 dari harga legal, dan apabila itu sukses dalam arti indukan yg kita beli siap matang produksi dan apabila kita dapatkan masih di bawah 1 tahun maka mau tidak mau qt membuang waktu selama 2-3 tahun karna info yg saya dapat kakatua siap produk dimana umur di atas 3 tahun(bisa jadi umur di atas 5 tahun) di tambah hasil pertama di.ambil..
.
Dengan peraturan seperti itu menurut saya dimana kalangan menengah seperti saya yg sedang mencari kerja terlihat begitu sedikit membebankan..
Beban yg berat adalah waktu untuk mendapatkan F2 dan jika ingin cepat sukses juga butun modal besar.. Belum lagi jika nanti pengurusan di perumit..
.
Dan itu dok sepenggetahuam saya..
.
Maaf dok kalow tata tulis saya acak" an, soalnya lewat hp g bisa leluasa ngetik..
Heheheheh 😁

waaaaah, seru! soal jual motor buat pelihara burung, mirip cerita kakak saya dulu, hehehehe... :D

saya mohon izin buat artikel dari sharing knowledge masnya ya. creditnya pake nama "vergil ryan" aja atau pake nama apa nih mas? :D

Heheheheh gpp dok saya juga seneng kalow diskusi M sharing pengalaman, dari louhan,arwana,n cupang juga saya pelajari n belajar,kadang suka suka dicandain tetanga,ortu,temen masih jaman ikan cupang jenia fancy n koi dengan harga 100ribu an n anakan louhan 400ribu akhirnya diam aja sambil di candain napa g beli arwana aja(padahal arwana yg biasa aja sama kayak louhan yg q beli dulu sama"anakan) n akhirnya q belajar n di forum" n sukses breed cupanng meski hasilnya cuma buat pakan tambahan louhan 😁 n akhirnya q rawat tu louhan jenis srd dengan sepenuh hati dengan pakan high protein,betakaroten/astaxanthin n spirulina untuk membantu memaksimalkan jenong,warna,mutiara,marking n setelah 1 tahun rawat alhasil pengalaman saya berhasil selama 1 tahun n laku di komunitas louhan Indonesia seharga 3,8juta n semua orang kaget n akhirnya temen" pada ikut tp banyak yg gagal soalnya pakan hanya bisa membantu/memaksimalkan n semua tergantung dari genetik indukan, dan akhirnya pengen upgrade ke arwana super red menang lelang harga 3,1 juta masih beby, di situ juga berhasil merawat 4 tahun, dari sakit sehat sakit sehat n sampek berenang terbalik juga, saat UK 25 cm nekat untuk soft tanning(sinar matahari buatan dari lampu) dan sempek 2 tahun udah merah meski belum max, n aquarium saya taruh di teras dalam pagar agar siang kena sinar mata hari n malem tanning lampu, meski boros listrik sebelum pindah ke lampu led trus, 2 hari sekali kuras karna air jadi hijau.
januari lalu iseng" saya lelang n tembus 31 juta bulan januari kemarin
.
Akhirnya g punya ikan lagi deh cz g enak sama orang tua rumah sumpek gara" hobi saya..
.
Ya saya juga bingung dok entah kenapa saya menyukai ikan n burung, sampek ilmu dari kuliah ekonomi 20 bisa berguna dan 80% otodidak. Seharusnya saya kuliah dokter hewan/ikan(kalow ada hehehehe)
.
Sampek orang tua bilang g usah kerja..
Jadi peternak ae, Ijazah s1 buat bungkus kacang(nada nyindir) saya cuek aja meskipun bikin rumah kotor dengan banyak sangkar burung,akuarium Hoby saya juga sedikit membantu perekonomian orang tua,
.
G tau napa q suka belajar n kenapa selalu penasaran bagai mana n bagai mana,,,di forum 10% tanya 60% nyimak sisanya ikutan diskusi hehehe
.
Ahh jadi jadi g enak,niatnya tanya malah curhat,,
.
Gpp dok sharing aja lagian berbagi pengalaman itu indah..
Kalow pakek nama vergilryan aja g pakek spasi hihihi
.
😀

iya, harusnya mas ambil kuliah kedokteran hewan aja. hehehe. kalo saya sih emang keluarga doyan pelihara hewan semua.
tapi gak apa2. banyak kok orang yang sukses bukan karena ijazah, tapi karena passion. om saya aja pendidikannya teknik nuklir, tapi kerja jadi agen asuransi sekarang, hehehe. karena emang hobinya bikin relasi sama orang dll. :D

tulisan mas udah saya catat poin2-nya. nanti saya publish. ditunggu lagi sharing knowledge lainnya... :)

mohon maaf Dokter Fira,
Rencana saya beli 2 pasang jalak bali yang sudah bersertifikat BKSDA. Apakah jika saya tidak mengurus ijin penangkaran, jika jalak bali saya beranak apakah bisa disita dan di rasia oleh BKSDA? atau bahkan saya dihukum?
Terima kasih informasinya

setahu saya sih kalau udah bersertifikat, ya berarti udah resmi. gak disita lagi sama BKSDA.

itu setahu saya loh ya... :)

MISI DOK. mau tanya.
saya tertarik memelihara burung madu ( sunbird) atau kalo dunia burung indonesia disebut kolibri.. saya baca burung jenis ini termasuk dilindungi.. jika saya beli di pasar apa bisa saya urus surat ijin k bksda ?

setau saya sih nggak ya mas. banyak juga kok penghobi burung kolibri di indonesia. itu setahu saya. :)

mas bisa baca artikel saya, CARA MEMELIHARA BURUNG KOLIBRI.

«Oldest   ‹Older   201 – 261 of 261   Newer›   Newest»


Silakan upload gambar.